Alun-Alun Kidul Jogja

Wisata dengan mengunjungi suatu tempat memang menjadi salah satu pilihan dari sebagian besar masyarakat untuk berusturahat dari rutinitas kegiatan yang dilakukan seperti bekerja, sekolah dan yang lainnya. Hal tersebut biasanya dilakukan agar nantinya pikiran bisa menjadi lebih fresh sehingga di dalam melakukan aktivitas di kemudian hari bisa lebih maksimal dan mendapatkan hasil yang baik.

Untuk sekarang ini ada banyak sekali tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, tidak perlu ke luar negeri karena di Indonesia sendiri menyimpan banyak keistimewaan dan keindahan alamnya sehingga bisa dijadikan sebagai salah satu referensi pilihan untuk dikunjungi. Salah satu kota yang bisa Anda kunjungi dan memiliki banyak tempat wisata yang menarik adalah Yogyakarta, hampir dari semua orang mengenal kota Yogyakarta, bahkan tak jarang pula wisatawan mancanegara mengunjungi beberapa tempat wisata di Yogyakarta.

Dari sekian banyaknya tempat wisata di Yogyakarta, Anda bisa mengunjungi Alun-Alun Kidul sebagai salah satu destinasi Anda. Alun-Alun kidul sendiri merupakan sebuah lapangan yang mana di tengahnya terdapat dua pohon beringin yang dinamakan ringin kembar. Dan Alun-Alun Kidul ini merupakan salah satu tempat yang dimiliki oleh Kasultanan Yogyakarta, pada dasarnya Alun-Alun sendiri terdapat dua jenis yaitu Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Kidul, namun untuk sebagian besar orang memang lebih tertarik untuk mengunjungi Alun-Alun Kidul. Kedua Alun-Alun tersebut juga memiliki fungsi masing – masing, dulunya Alun-Alun Utara menjadi tempat untuk berkumpulnya masyarakat yang mana memiliki watak rebut, sedangkan Alun-Alun Kidul berfungsi sebagai penyeimbang dari watak tersebut.

Bagi warga sekitar, Alun-Alun Kidul sering kali disebut sebagai Alkid yang mana diyakini sebagai tempat peristirahatan para Dewa. Pada zaman dahulu tempat ini sering kali digunakan sebagai beberapa acara tertentu seperti ketangkasan berkuda, kemudian lomba memanah dengan posisi bersila, lomba adu harimau dan latihan konsentrasi dengan cara berjalan di antara dua pohon beringin dengan mata tertutup. Sekarang ini beberapa kegiatan tersebut sudah tidak dilakukan lagi karena Alun-Alun Kidul sudah difungsikan sebagai tempat wisata yang bisa dikunjungi oleh masyarakat umum. Namun salah satu kegiatan yang masih sering dilakukan di Alun-Alun Kidul ini adalah masangain atau latihan berkonsentrasi untuk melewati dua pohon beringin dengan mata tertutup.

Mitos Beringin Kembar Dan Pernikahan Putri HB Pertama

Alun-Alun Kidul sendiri memiliki beberapa mitos yang memang masih dipercaya oleh warga sekitar sehingga hal tersebut menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri sehingga wisatawan menjadi penasaran dan tentu saja ingin mencari tahu informasi tersebut. Untuk mitos yang pertama adalah cerita mengenai beringin kembar dan juga pernikahan dari putri Hamengkubuwono pertama. Cerita yang berkembang di kalangan masyarakat ini adalah pada zaman dahulu saat sultan HB pertama bertahta,  putri sultan akan dipinang oleh seorang pria namun sayangnya putri tersebut tidak menyukainya sehingga putri mengajukan syarat, pelamar tersebut harus bisa berjalan dari pendopo yang berada di sebelah utara Alun-Alun Kidul tersebut melewati dua pohon beringin kembar yang berada di tengah Alun-Alun sampai dengan pendopo sebelah selatan Alun-Alun dengan mata tertutup. Dan ternyata persyaratan putri ini tidak berhasil dilakukan oleh pemuda yang melamar putri.

Kemudian sultan HB pertama tersebut memberikan sabdanya bahwa seseorang yang bisa melewati syarat dari sang putri tersebut hanya seorang pemuda yang mana memiliki hati yang benar – benar bersih dan juga tulus. Dan pada akhirnya ada seorang pemuda dari Siliwangi yang mana dapat melewati rintangan dan juga syarat yang diberikan oleh sang putri tersebut sehingga pada akhirnya pemuda tersebut yang dapat menikahi sang putri. Dan sampai saat ini siapapun yang bisa melewati beringin kembar tersebut dengan mata tertutup, maka memiliki hati yang tulus dan bersih, selain itu keinginan dari orang tersebut akan dapat terkabul. Oleh karena itu banyak masyarakat dan wisatawan yang mencoba rintangan tersebut saat mengunjungi Alun-Alun Kidul, tetapi entah mengapa sebagian besar orang yang mencoba melewatinya memang tidak bisa berhasil dan hanya beberapa orang saja yang bisa berhasil melewati beringin kembar tersebut.

Mitos Beringin Kembar Merupakan Pintu Gerbang Laut Selatan

Kemudian untuk mitos yang kedua adalah beringin kembar yang mana menjadi pintu gerbang laut selatan, Alun-Alun Kidul sering kali dihubungkan dengan laut selatan atau yang lebih sering disebut dengan segoro kidul. Bahkan ada juga yang menyebutkan bahwa beringin kembar yang ada di Alun-Alun Kidul tersebut merupakan pintu gerbang ke laut selatan. Kepercayaan dari mitos ini sendiri semakin berkembang pada saat zaman sultan HB VI. Di dalam kepercayaan warga dan masyarakat lokal, Keraton Yogyakarta memang memiliki hubungan spesial dengan penguasa laut selatan yaitu Nyi Roro Kidul. Oleh karena itu banyak yang meyakini dan percaya bahwa jika ada orang – orang yang hendak berbuat jahat ke Keraton Yogyakarta, nantinya akan kehilangan kesaktiannya setelah melewati kedua pohon beringin kembar tersebut. Entah itu benar atau tidak, namun sebagian warga dan masyarakat lokal memang percaya dengan hal tersebut.

Akses Dan Fasilitas Alun-Alun Kidul

Jadi itulah beberapa mitos mengenai beringin kembar yang ada di Alun-Alun Kidul, hal tersebut memang sepertinya sulit untuk dipercaya namun sebagian besar masyarakat memang mempercayainya, dan semuanya tentu saja kembali ke masing – masing pribadi. Yang pasti adalah dengan adaya beberapa mitos tersebut memang semakin banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang ramai – ramai mengunjungi Alun-Alun Kidul untuk mencoba beberapa mitos tersebut. Jadi jika Anda ingin mencoba untuk melakukan mitos seperti berjalan di antara dua ringin kembar tersebut, maka bisa langsung ke Alun-Alun Kidul Yogyakarta yang mana berada di selatan atau belakang Keraton Yogyakarta dan masih masuk ke dalam kecamatan Keraton DIY. Untuk akses ke Alun-Alun Kidul sendiri sangat mudah karena lokasinya yang masih berada di jantung kota Yogyakarta.

Untuk Anda yang mengendarai kendaraan pribadi sangat mudah untuk menjangkaunya dan untuk Anda yang menggunakan kendaraan umum baik itu taksi maupun bus juga sangat mudah sehingga tidak perlu khawatir. Jika Anda berada di lokasi Malioboro atau titik nol km, maka nantinya Anda bisa menggunakan andong maupun becak dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit. Kemudian untuk masuk ke wilayah Alun-Alun Kidul ini juga gratis, tidak dipungut biaya, kecuali jika Anda menggunakan kendaraan pribadi maka cukup membayar parkir saja. Untuk waktu yang lebih pas mengunjungi Alun-Alun Kidul ini adalah malam hari karena lebih ramai dan juga menarik dengan kerlap kerlip lampu. Selain itu fasilitas yang bisa Anda dapatkan juga lebih banyak seperti menyediakan permainan sepeda tandem, kemudian juga odong – odong, becak mini dan yang lainnya. Selain itu Anda juga bisa mencoba beberapa kuliner yang ada di kawasan Alun-Alun tersebut dengan berbagai macam menu.

 

Alun-Alun Kidul

Share Please..